Posted by : Unknown
11 Okt 2015
Pengertian Kalimat
Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.
Menurut Wikipedia
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata/rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!).
Unsur – Unsur Kalimat
Subjek
Subjek merupakan bagian
kalimat yang menunjukkan pelaku/masalah. Biasanya berupa kata benda/frasa
(konkret/abstrak) yang merujuk kepada benda. Selain itu, subjek akan dapat
menjawab suatu pertanyaan dengan menggunakan kata tanya : apa dan siapa.
Contoh:Beckham sedang bermain bola.
S
Siapa yang sedang bermain bola? Beckham.
Predikat
Predikat merupakan bagian
kalimat yang akan memberitahukan tindakan/keadaan dari subjek yang
biasanya berupa kata/frasa. Predikat dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan
dengan kata tanya mengapa dan bagaimana.
Contoh:
Beckham sedang bermain bola.
S P
Bagaimana Beckham? Sedang
bermain.
Objek
Objek merupakan bagian kalimat
yang melengkapi predikat yang biasanya berjenis nomina, frasa, dan klausa.
Objek dapat diubah menjadi subjek jika kalimat tersebut dipasifkan (dirubah
dari aktif menjadi pasif).
Contoh:
Bola sedang dimainkan oleh Beckham.
S
P
(pasif)
O
Pelengkap
Pelengkap juga bagian kalimat
yang melengkapi predikat. Biasanya berjenis kata/frasa nominz, frasa adjektiva
dan frasa preposisional.
Contoh:
Dia mengambilkan ayahnya air minum.
S
P
O
Pel
Keterangan
Keterangan merupakan bagian
kalimat yang akan menerangkan berbagai hal tentang konjungsi (kata hubung).
Contoh:
Ayah mengikuti seminar di Inggris.
S
P
O K
Macam-macam konjungsi:
1.
Alat :
dengan+gunting
2. Waktu
: di, ke, dari
3. Tujuan
: supaya, bagi, untuk, demi, …
4.
Cara
: dengan hati-hati, dengan…
5. Penyertaan :
dengan ibu
6. Penyebab
: karena, oleh karena itu, sebab, oleh sebab itu
7.
Saling : satu sama
lain…, saling…
Pola Dasar Kalimat
Pola kalimat dasar dalam
bahasa Indonesia dapat ditentukan sebagai berikut:
1. KB + KK → Kata Benda
+ Kata Kerja
Contoh: Romeo belajar.
2. KB + KS → Kata Benda
+ Kata Sifat
Contoh: Dokter itu ramah.
3. KB + KBil → Kata Benda +
Kata Bilangan
Contoh: Harga sepatu itu delapan puluh lima ribu.
4. KB + (KD + KB) → Kata Benda
+ (Kata Depan + Kata Benda)
Contoh: Dia di kantor.
5. KB1 + KK + KB2 → Kata
Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2
Contoh: Becks bermain bola.
6. KB1 + KK + KB2 +KB 3
→ Kata Benda1 + Kata Kerja + Kata Benda2
Contoh: Paman mencarikan kakak pekerjaan.
7. KB1 +KB2 → Kata Benda1 +
Kata Benda2
Contoh: Rohan peneliti.
Jenis Jenis Kalimat
Jenis Jenis Kalimat Dikelompokkan berdasarkan :
- Berdasarkan Pengucapan.
- Berdasarkan Jumlah Frasa
- Berdasarkan Isi dan Fungsinya
- Berdasarkan Unsur Kalimat
- Berdasarkan Susunan Subject Predikat
- Berdasarkan Bentuk Gaya Penyajiannya
- Berdasarkan Subjeknya
Untuk selengkapnya mengenai Jenis Jenis Kalimat dapat dilihat di sini.
Sumber:
https://freezcha.wordpress.com/2010/05/07/kalimat/
