Posted by : Unknown
27 Sep 2015
RAGAM BAHASA
Pengertian Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa dibagi menjadi 3 yaitu :
- Ragam bahasa berdasarkan media.
- Ragam bahasa berdasarkan cara pandangan penutur.
- Ragam bahasa berdasarkan pokok pembicaraan
Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana, terdiri dari :
- Ragam bahasa lisan.
- Ragam bahasa tulisan.
Ragam bahasa berdasarkan pokok pembicaraan, terdiri dari:
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa jurnalistik
- Ragam bahasa ilmiah
- Ragam bahasa sastra
Ragam bahasa berdasarkan cara pandangan penutur, terdiri dari :
- Ragam bahasa berdasarkan daerah.
- Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur.
- Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur.
Terdapat juga definisi definisi menurut para ahli mengenai Ragam bahasa, yaitu :
Pengertian ragam bahasa menurut Bachman
Menurut Bachman (1990), “ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.”
Pengertian ragam bahasa menurut Dendy Sugono
Menurut Dendy Sugono (1999), “bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa baku.”
Pengertian ragam bahasa menurut Fishman ed
Menurut Fishman ed (1968), suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Dalam pada itu perlu yang perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan.
Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana
Ragam bahasa lisan
Bahasa yang di hasilkan menggunakan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal.
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan kalimat dan unsur-unsur didalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicara menjadi pendukung didalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
- Memerlukan kehadiran orang lain / lawan bicara.
- Tergantung kondisi, ruang dan waktu.
- Dipengaruhi tinggi rendah nya suara.
- Kejadiannya berlangsung cepat.
- Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap
Kelebihan ragam bahasa lisan :
- Dapat disesuaikan dengan situasi.
- Lebih bebas bentuknya .
- Faktor kejelasan pembicara yang menambahkan unsur lain seperti gerak anggota badan, situasi, mimik, dan gerak pembicara.
- Lebih efisien.
- Kesalahan dapat langsung diperbaiki.
Kekurangan ragam bahasa lisan :
- Harus mengulangi beberapa kali jika tidak jelas dalam penyampaiannya.
- Tidak mempunyai bukti.
- Mudah dimanipulasi.
- Dasar hukumnya lemah.
Ragam bahasa tulisan
Bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulisan. Dalam ragam bahasa tulisan kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh ragam tulisan antara lain :
- Ragam bahasa undang-undang.
- Ragam bahasa catatan.
- Ragam bahasa surat.
Ciri-ciri ragam bahasa tulisan :
- Tidak memerlukan lawan bicara.
- Tidak tergantung kondisi.
- Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka.
- Berlangsung lambat.
- Dipengaruhi oleh tanda baca atau ejaan.
Kelebihan ragam bahasa tulisan :
- Mempunyai bukti yang otentik.
- Dasar hukum kuat.
- Dapat disajikan dengan lebih matang
- Lebih sulit untuk dimanipulasi
- Unsur gramatikal dinyatakan secara lengkap.
Kekurangan ragam bahasa tulisan :
- Berlangsung lambat.
- Menggunakan alat bantu.
- Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka
- Kesalahan tidak dapat langsung diperbaiki.
Ragam bahasa berdasarkan cara pandangan penutur
Ragam bahasa berdasarkan daerah
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memilikiciri khas yang berbeda-beda.
Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Setiap daerah mempunyai perbedaan kultur atau daerah hidup yang berbeda seperti wilayah Jawa dan Papua dan beberapa wilayah Indonesia lainnya.
Perbedaan demografi
Setiap daerah memiliki dataran yang berbeda seperti wilayah di daerah pantai, pegunungan yang biasanya cenderung mengunakan bahasa yang singkat jelas dan dengan intonasi volume suara yang besar. Berbeda dengan pada pemukiman padat penduduk yang menggunakan bahasa lisan yang panjang lebar dikarenakan lokasinya yang saling berdekatan dengan intonasi volume suara yang kecil.
Perbedaan adat istiadat
Setiap daerah mempunyai kebiasaan dan bahasa nenek moyang senderi sendiri dan berbeda beda.
Sumber Artikel :
Penyebab Timbulnya Ragam Bahasa
Penyebab-penyebab adanya ragam bahasa disebabkan tiga hal yaitu :
Perbedaan wilayahSetiap daerah mempunyai perbedaan kultur atau daerah hidup yang berbeda seperti wilayah Jawa dan Papua dan beberapa wilayah Indonesia lainnya.
Perbedaan demografi
Setiap daerah memiliki dataran yang berbeda seperti wilayah di daerah pantai, pegunungan yang biasanya cenderung mengunakan bahasa yang singkat jelas dan dengan intonasi volume suara yang besar. Berbeda dengan pada pemukiman padat penduduk yang menggunakan bahasa lisan yang panjang lebar dikarenakan lokasinya yang saling berdekatan dengan intonasi volume suara yang kecil.
Perbedaan adat istiadat
Setiap daerah mempunyai kebiasaan dan bahasa nenek moyang senderi sendiri dan berbeda beda.
Sumber Artikel :